Sektor Peternakan

Populasi ternak  di Kabupaten Sorong meliputi ternak sapi, kambing PE, kambing kacang, babi dan ternak ayam buras, Ayam Ras Pedaging, Ayam Ras Petelur, dan ternak Itik/entong. Perkembangan populasi ternak sapi pada kurun waktu 2012-2016 rata-rata mengalami peningkatan jumlah populasi. Berikut, perkembangan populasi ternak kambing PE jumlah populasi meningkat di tahun 2013 namun jumlah populasi menurun atau berkurang di tahun 2014 dan populasi kembali meningkat di tahun 2015. Begitu juga di tahun 2016, ternak kambing PE menunjukan peningkatan jumlah populasi.

Untuk populasi ternak kambing kacang menunjukan peningkatan jumlah populasi dari tahun 2013 sampai tahun 2016. Berikut,jumlah populasi  ternak babi menunjukan peningkatan jumlah populasi di tahun 2013  dan tahun 2014  namun di tahun 2015, ternak babi menunjukan penurunan jumlah populasi dan sebaliknya di tahun 2016 terjadi peningkatan jumlah populasi yang signifikan.

Selanjutnya Untuk populasi, ayam buras, ayam ras pedaging, ayam ras petelur.itik dan angsa, dapat dilihat pada tabel berikut:

POPULASI TERNAK DI KABUPATEN SORONG TAHUN 2012-2016

Populasi Ternak sapi berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sorong yang tersebar di 19 Distrik berjumlah  22.799 ekor seperti tampak pada tabel berikut:

Data Pemotongan ternak di Kabupaten Sorong dari tahun 2013-2016 dapat dilihat pada   grafik sebagai berikut:

Grafik di atas menunjukan bahwa ayam buras, ayam ras pedaging dan ayam ras petelur merupakan jumlah ternak terbanyak di potong pada kurun waktu 2013-2016  sebaliknya jumlah pemotongan ternak yang paling sedikit adalah jenis ternak kambing PE.

Untuk data Produksi daging, di Kabupaten Sorong dapat dilihat pada grafik berikut:

Gambaran perkembangan produksi daging sapi seperti pada tabel di atas dapat dilihat pada gtafik sebagai berikut:

Jika dilihat pada tabel diatas, tahun 2013 produksi daging sapi sebanyak 685.354 kg, dan menunjukan adanya peningkatan produksi di tahun 2014 menjadi 921.668 kg dan terus meningkat di tahun 2015 menjadi 972.648 kg namun di tahun 2016, produksi daging sapi menunjukan penurunan yang signifikan menjadi 234.536 kg.

Berikut gambaran perkembangan produksi daging kambing PE dari tahun 2013 -2016 dapat dilihat pada gtafik dibawah ini:

Grafik diatas menggambarkan produksi daging kambing PE yang menunjukan peningkatan produksi di tahun 2014 menjadi 1152 kg, namun ditahun 2015 mengalami penurunan jumlah produksi menjadi 789 kg dan di tahun 2016, daging kambing PE menunjukan peningkatan jumlah produksi menjadi 2651 Kg

Selanjutnya  gambaran perkembangan produksi daging kambing kacang dari tahun 2013 -2016 dapat dilihat pada gtafik dibawah ini:

Grafik diatas menggambarkan, produksi daging kambing kacang menunjukan kenaikan jumlah produksi di tahun 2014 sebanyak  7594 kg  dan tahun 2015  produksi daging kambing kacang menurun menjadi 7105 kg namun di tahun 2016, produksi daging kambing kacang menunjukan kenaikan jumlah produksi menjadi 9536 kg.

Data gambaran perkembangan produksi daging Babi dari tahun 2013 -2016 dapat dilihat pada gtafik dibawah ini:

Grafik diatas menunjukan bahwa produkasi daging babi, meningkat di tahun    2014 namun ditahun  2015,  daging babi mengalami penurunan jumlah produksi dan sebaliknya di tahun 2016, daging babi menunjukan adanya kenaikan jumlah produkasi.

Untuk  gambaran perkembangan produksi daging ayam ras pedaging dari tahun 2013 -2016 dapat dilihat pada gtafik berikut:

Grafik di atas menggambarkan adanya kenaikan jumlah produksi daging ayam ras pedaging dari tahun 2013 sampai tahun 2016.

Untuk  gambaran perkembangan produksi daging ayam buras dari tahun 2013 -2015 dapat dilihat pada gtafik berikut:

Untuk produksi daging ayam buras, menunjukan adanya kenaikan jumlah produksi yang signifikan di tahun 2014. Sedangkan  di tahun 2015  menunjukan adanya penurunan jumlah produksi daging.

Data gambaran perkembangan produksi daging ayam ras petelur dari tahun 2013 -2015 dapat dilihat pada gtafik berikut:

Untuk produksi daging ayam ras petelur menunjukan kenaikan jumlah produksi daging ditahun  2014 sebanyak 44625 kg namum di tahun 2015  produksi daging ayam ras  petelur  mengalami penurunan produksi menjadi 28999 kg.

Untuk gambaran perkembangan produksi daging itik/entong dari tahun 2013 -2015 dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik di  atas mengambarkan Produksi daging   itik/ entong  menunjukan kenaikan jumlah produksi di tahun 2014 dan tahun 2015.

Berikut, Data Produksi Telur tahun 2011 -2016 di Kabupaten Sorong seperti pada grafik dibawah ini:

Jika dilihat pada grafik di atas, produksi telur ayam buras  menunjukan adanya peningkatan jumlah produksi di tahun 2012 sampai tahun 2016. Untuk produksi telur ayam ras petelur, menunjukan adanya penurunan jumlah produksi di tahun 2012,  namun di tahun 2013 sampai tahun 2015,  produksi telur ayam ras petelur menunjukan adanya kenaikan jumlah produksi dan di tahun 2016, jumlah produksi menurun secara signifikan. Berikut untuk jumlah produksi  telur itik/entong menunjukan  adanya peningkatan produksi di tahun 2012 sampai  tahun 2015 dan di tahun 2016 jumlah produksi semakin meningkat secara signifikan.